Sebagian dari para pengusaha UMKM mungkin pernah mempunyai kepentingan untuk mengirim barang keluar negeri. Bagi yang belum pernah memiliki keperluan untuk mengirim paket keluar negeri, mungkin suatu saat nanti anda akan melakukannya. Siapa tahu?! Bagi mereka yang sekarang atau suatu saat nanti akan mengirim paket mungkin akan banyak sekali pertanyaan tentang bagaimana cara mengirim paket keluar negeri.

Jasa Ekspedisi mana yang akan saya gunakan? Bagaimana prosedurnya? Berapa biayanya? Apakah akan terkena pajak bea cukai atau tidak? Ribet, gak ya? Jangan-jangan ribet?! Jangan-jangan pajaknya mahal?!

Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang mengandung kecurigaan lainnya. Bila berbagai pertanyaan tidak segera mendapatkan  jawaban, maka tanda-tanya (baca: pertanyaan) akan berubah menjadi tanda seru-tanya (baca: was-was). Setidaknya pengalaman itu yang dirasakan Tas Rajut Mazaya ketika pertama kali hendak mengirim barang keluar negeri.

Sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan. Hanya saja, akan terasa semakin sulit bila anda tidak segera bertanya langsung kepada perusahaan ekspedisi yang ingin anda jadikan rujukan atau sumber primer anda dalam mengirim paket. Membiarkan pertanyaan-pertanyaan hanya berkutat di kepala hanya akan menambah kebingungan dan rasa was-was. Malu bertanya sesat di jalan. Pernah mendengar peribahasa itu, bukan?

Bertanyalah. Percayalah bahwa tidak ada satupun perusahaan jasa ekspedisi yang mengenakan tarif kepada pelanggannya hanya karena bertanya. Itulah maksud disediakannya layanan Customer Service.

Anda bisa mendatangi perusahaan ekspedisi yang ingin anda jadikan mitra pengiriman paket anda, atau bertanya melalui telepon. Namun, alangkah lebih baik bila anda berkunjung langsung ke kantor cabang atau perwakilan yang ada di kota tempat tinggal anda. Mengapa?

Karena penjelasan tatap muka tetap akan lebih mudah anda pahami dibandingkan penjelasan via telepon. Entah anda adalah tipe verbal maupun visual.

Dalam artikel ini, akan kami jelaskan cara mengirim paket atau barang keluar negeri berdasarkan pengalaman kami dalam mengirim paket pesanan Tas Rajut Murah milik kami melalui dua perusahaan ekspedisi mitra kami, yaitu Pos Indonesia dan ZIP Courier. Akan kami jelaskan sejak dari tahap transfer dana dari luar negeri.

Menerima Transfer Dana Dari Rekening Bank Asing

  1. Sebelum mengemas barang pesanan yang akan dikirim, sewajibnya anda mengharuskan pembeli untuk mentransfer sebagian pembayaran terlebih dahulu. Di tahap ini anda bisa langsung memperkirakan berat barang yang dipesan. Dengan catatan, tidak terlalu banyak. Catatan plus lagi, anda bisa memperkirakan berat barang total (sedikit atau banyak) pada tahap ini bila anda adalah penjual langsung, bukan reseller. Jika anda reseller, jangan anda perkirakan dengan pasti lebih dulu. Pada saat setelah menimbang, baru anda bisa menginformasikan berat pasti dari barang tersebut.
  2. Untuk bisa menerima transfer dana dari Bank luar negeri dengan mata uang asing, sebagian besar Bank mensyaratkan kode yang wajib disertakan oleh pembeli agar Bank anda bisa menerima dana tersebut langsung ke rekening anda. Ada juga Bank yang tidak mensyaratkan ini. Tergantung pada syarat dan ketentuan perbankan dari Negara asal dan Negara penerima. Sudah pasti, dana tersebut secara otomatis telah terkonversi ke dalam Rupiah. Kode ini disebut swift code. Anda bisa meminta kode ini kepada Bank anda (jika dibutuhkan), lalu informasikan kode ini kepada pembeli anda sebelum mentransfer dana. Pastikan kode tersebut benar dan sesuai dengan yang diberikan pihak Bank anda.
  3. Perlu diingat bahwa konversi dari mata uang Rupiah dan asing tidak kalah pentingnya. Pengalaman kami membuktikan itu. Sebagian pembeli seringkali salah dalam mencantumkan tanda baca seperti koma atau titik. Sebagai contoh, sebagian negara menggunakan titik untuk memisahkan angka dalam deret penulisan uang ($ 10.00) dan sebagian lagi menggunakan koma (Rp 10,000). Ini hanya contoh saja. Harga yang anda tulis dengan ‘koma’ sangat mungkin dibaca secara berbeda oleh pembeli anda. Begitu juga bila anda menulisnya dengan ‘titik’. Hal yang sama juga bisa terjadi jika pembeli anda menggunakan mesin konversi.
  4. Pastikan bahwa anda dan pembeli anda agar satu pemahaman mengenai ini agar bisnis anda tidak terganggu.

Barang dan Packing (Pengemasan)

  1. Pastikan paket anda tidak berisi barang yang berbahaya atau yang dilarang oleh jasa ekspedisi. Untuk Kantor Pos, mereka mengenakan aturan yang ketat untuk ini. Contoh barang yang dilarang adalah bahan peledak, mudah terbakar, narkoba, tidak mengotori, dan lain-lain. Bila anda memakai jasa ekspedisi ini, anda bisa melihat detil persyaratan disiniMemang untuk Kantor Pos, perusahaan ini lebih selektif dan ketat mengenai barang layak kirim. Bila anda tidak ingin terlalu ketat tentang hal ini, anda bisa menggunakan jasa ekspedisi ZIP Courier. Satu yang harus anda perhatikan, tulis detil kondisi dan spesifikasi barang anda serinci mungkin. Ini akan berguna pada saat anda mulai mengirim nantinya.
  2. Kemas paket anda dengan rapi dan kuat sehingga aman. Ingat bahwa “perjalanan” paket anda bisa menempuh jarak ribuan kilo, dari tangan ke tangan, dan dari mobil ke mobil. Jangan pernah membungkus paket anda dengan kertas koran. Hampir bisa dipastikan bahwa paket anda akan ditolak karena anda akan diminta untuk mengganti bungkusnya.
  3. Tulis alamat tujuan/penerima dan alamat anda/pengirim dengan jelas dan terang, lalu wajib-sertakan informasi tambahan seperti Nomor Handphone atau Telepon Kantor/Rumah. Gunakan huruf Kapital agar mudah terbaca. Bila ukuran paket anda besar, kami sarankan untuk menuliskan alamat pada dua sisi paket. Tentang ukuran, bila paket anda berbentuk kotak (kardus), atau mirip kotak, paket anda akan terhitung dengan tarif volume. Ini akan menjadikan tarif kiriman paket anda lebih mahal. Kami sarankan untuk barang yang tidak keras, silahkan anda bungkus dan tekan sedemikian rupa agar tidak berbentuk square atau kotak pada saat packing.
  4. Tulis alamat tujuan/penerima dengan sedetil mungkin. Usahakan alamat tujuan bukan merupakan alamat PO. BOX. Seringkali penerima barang anda hanya memberikan alamat berupa PO. BOX. PO.BOX adalah kotak pos. Kotak Pos yang dimaksud diluar negeri adalah semacam lemari deposit yang disewakan kepada warga di kota tersebut agar sewaktu-waktu bisa mereka ambil. Biasanya penerima paket anda beralasan tidak ingin menerima paket anda di rumah/apartemen/flat pribadi. Untuk jasa ekpedisi ZIP Courier, mereka tidak menerima (tidak mau mengirim) paket dengan alamat tujuan PO.BOX. Banyak jasa ekspedisi internasional yang tidak menerima paket dengan alamat tujuan PO. BOX. Wajar saja, karena barang kiriman hanya akan diantar sampai ke lemari deposit hingga seseorang (penerima paket anda) mengambilnya. Jadi resiko barang hilang akan lebih besar. Bila anda terpaksa menggunakan alamat tujuan berformat PO. BOX, gunakan jasa EMS Pos Indonesia atau Airmail by Pos Indonesia.
  5. Timbang berat paket yang akan anda kirimkan dengan timbangan yang anda punya di rumah. Bila anda mempunyai timbangan digital, anda aman karena meskipun ada selisih berat dengan timbangan yang ada di jasa ekspedisi, selisih itu tidak cukup signifikan. Tapi bila timbangan yang anda punya adalah timbangan badan, siapkan ekstra budget karena seringkali selisih antara timbangan manual dan digital itu lebih besar.

Mengirimkan Paket Anda

  1. Bila anda telah selesai mengemas, kini anda (bila anda reseller) harus dan wajib mengecek tarif kiriman anda melalui online atau hubungan telepon ke jasa ekspedisi yang anda tuju. Tujuannya agar anda bisa mempersiapkan besaran budget atau dana untuk mengirim. Anda bisa melakukan cek tarif pengiriman internasional EMS Pos Indonesia disini. Untuk Airmail, silahkan baca, poin nomor 2 dibawah. Untuk ZIP Courier anda bisa melihatnya melalui tautan berikut. Bila kurang, silahkan anda meminta kekurangan dana kepada pembeli anda dengan menyertakan bukti screen capture. Bila kelebihan, jangan ragu untuk menginformasikan kepada pembeli anda. Mengapa pengecekan tarif baru dilakukan pada tahap ini? Karena kertas, plastik, atau lakban, apalagi kardus memiliki bobot sendiri yang kadangkala kurang kita perhatikan. Terlebih bila anda adalah reseller yang harus mengambil barang terlebih dahulu kepada distributor atau supplier. Anda bisa mengecek tarif pada saat pertama menerima transfer apabila jumlah barang anda sedikit. Jika barang anda banyak, kami sarankan lakukan pengecekan pada tahap ini.
  2. Jangan terkejut apabila masing-masing jasa ekspedisi mengenakan tarif yang terkadang berselisih jauh. Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan seperti yang kami tulis di poin 4 Tentang Barang dan Packaging. Tetapi, ada satu alternatif jasa ekspedisi yang menerima paket dengan alamat tujuan PO. BOX (untuk yang beralamat tujuan PO. BOX). Silahkan anda gunakan Airmail by Pos Indonesia. Layanan ini memang sangat jarang terdengar, karena dalam situs Pos Indonesia sendiri layanan ini tidak dicantumkan. Entah karena apa. Anda bisa datang langsung dan bertanya ke Kantor Pos mengenai layanan ini beserta tarifnya. Singkatnya, Airmail adalah juga pengiriman internasional milik Pos Indonesia selain EMS. Hanya saja, Airmail jauh lebih murah ketimbang EMS. Tetapi, karena tarifnya yang murah, waktu pengirimanpun tidak secepat EMS. Rentang waktu pengiriman yang diberitahukan oleh Customer Service adalah antara 1-3minggu. Tapi sepanjang pengalaman kami beberapa kali, alhamdulillah tidak sampai 3 minggu, kiriman telah sampai ke alamat tujuan. Kami rekomendasikan layanan ini.
  3. Setelah menentukan jasa ekspedisi yang akan digunakan, Pos atau ZIP, silahkan datang dengan membawa paket yang telah terbungkus dengan kuat. Di Kantor Pos anda diwajibkan mengisi formulir yang harus anda isi dengan sebenar-benarnya. Di dalam formulir akan ada kolom nama, alamat, Nomer Telepon pengirim dan penerima. Selain itu, ada juga detil spesifikasi barang dalam paket anda, beserta harganya. Bila barang anda adalah barang dagangan, mohon bersabar karena anda akan butuh banyak waktu untuk mengisinya. Kantor Pos memang sangat ketat dalam hal prosedur pengiriman. Lain halnya dengan ZIP. Meskipun anda juga harus mengisi formulir, tetapi tidak terperinci seperti halnya Kantor Pos.
  4. Setelah prosedur ini anda lakukan, maka selesailah sudah seluruh tahapan pengiriman paket keluar negeri anda. Anda tinggal menyimpan resi pengiriman sebagai bukti, lalu menunggu kabar dari penerima jika paket tersebut telah sampai. Tidak ada pajak bea cukai yang akan dibebankan kepada anda jika dibawah 10kg (masing-masing Negara berbeda-beda).
  5. Bila anda ingin melacak perjalanan paket anda, anda bisa melakukannya secara online ke tautan berikut untuk EMS dan Airmail, dan tautan berikut untuk ZIP Courier. Ingat, jika anda ingin menggunakan jasa ekspedisi Airmail, datang dan tanyakan langsung ke Kantor Pos pusat di Kota anda.

Itulah tahapan-tahapan cara melakukan pengiriman keluar negeri untuk layanan Pos Indonesia dan ZIP Courier sesuai dengan pengalaman Tas Rajut Mazaya. Kondisi dan situasi serta waktu mungkin bisa menyebabkan tahapan ini berbeda-beda. Tapi yang jelas, berbagi pengetahuan itu kebaikan, bukan? Oiya, kami menyarankan agar anda tidak membeda-bedakan pembeli anda. Asing atau lokal. Samakan harga, samakan kualitas, samakan pelayanan. Itu Tas Rajut Mazaya. Nah, selamat memiliki pelanggan asing. Selamat mengirim paket jualan anda. Rajut Tak Gentar.

Salam Rajut.

Tas Rajut Mazaya.

Murah/ Kualitas/ Bagus.

Ulangi.

Advertisements

Tinggalkan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s